Dolar Menguat Menjelang Data Inflasi AS #GrandCapital #Greenback #Inflation #ConsumerPrice #CPI #USD

Dolar Menguat Menjelang Data Inflasi AS
#GrandCapital #Greenback #Inflation #ConsumerPrice #CPI #USD #Dollar #USD #Yen #Franc #Euro #Sterling #Aussie #Kiwi #Loonie #Forex #Currency #MataUang



Dolar secara umum menguat terhadap mata uang utama pada hari Kamis, karena investor mengamati laporan inflasi AS yang akan dirilis hari ini dan Jumat besok sebagai indikasi apakah pemulihan greenback jangka panjang berkelanjutan.



Greenback telah didukung dalam beberapa sesi terakhir oleh laporan kerja AS yang optimis, yang memicu ekspektasi Federal Reserve akan tetap pada rencananya untuk kenaikan suku bunga ketiga tahun ini.



USD/JPY tergelincir 0,19% menjadi 109,86, hanya di bawah level terendah dua bulan di hari Rabu di level 109,56, sementara USD/CHF naik tipis 0,19% ke level 0,9657. Baik yen maupun Swissie kehilangan sedikit kekuatan namun masih tertopang oleh meningkatnya ketegangan antara AS dan Korea Utara sehingga memicu pelarian ke aset yang aman.



Media pemerintah Korea Utara mengatakan pada hari Kamis bahwa Pyongyang akan mengembangkan sebuah rencana pada pertengahan Agustus untuk meluncurkan rudal jarak menengah di wilayah AS di Guam. Komentar tersebut disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada awal pekan bahwa Korea Utara akan "disambut dengan “api dan kemarahan" jika terus mengancamnya.



Euro turun hanya 0,14% terhadap franc Swiss setelah turun 1,02% pada hari Rabu, menandai pergerakan satu hari terbesar sejak Swiss National Bank mengejutkan pasar ketika menghapus ketergantungan mata uangnya dengan euro pada Januari 2015.



Di tempat lain, EUR/USD turun 0,33% pada level 1,1720, sementara GBP/USD turun tipis 0,18% menjadi 1,2981. Pound tidak terpengaruh oleh data yang sebelumnya menunjukkan bahwa produksi manufaktur Inggris tidak berubah di bulan Juni, meskipun output industri mencatat kenaikan yang lebih besar dari yang diperkirakan.



Sementara itu, USD/CAD naik tipis 0,19% diperdagangkan pada level 1,2626, tertinggi sejak 14 Juli. Dolar Australia dan Selandia Baru melemah, dengan AUD/USD turun 0,11% pada level 0,7881 dan NZD/USD jatuh 1,30% ke level 0,7271. Dalam sebuah langkah yang sudah diperkirakan, Reserve Bank of New Zealand mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 1,75% pada hari Kamis, namun menambahkan bahwa pihaknya masih memperkirakan inflasi akan meningkat secara bertahap.



Gubernur RBNZ Graeme Wheeler mengatakan bahwa untuk sementara ini kebijakan moneter akan tetap akomodatif dan pernyataan tersebut menjadi pendorong Kiwi di bulan Mei yang sebagian sebagai tanggapan terhadap dolar AS yang lebih lemah. Wheeler menambahkan bahwa dengan pelemahan dolar Selandia Baru akan membantu meningkatkan inflasi dan mencapai pertumbuhan yang lebih seimbang.



Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,24% pada level 93,63, tidak jauh dari level tertinggi sebelumnya dalam satu minggu di 93,77.



https://id.grandcapital.net/forum/topic/9804/?page=30#post-56734?utm_sou...

Dolar Menguat Menjelang Data Inflasi AS
#GrandCapital #Greenback #Inflation #ConsumerPrice #CPI #USD